Petr Cech Gantung Sepatu, Seaman Kaget

Petr-Cech-Gantung-Sepatu,-Seaman-Kaget

Legenda Arsenal, David Seaman mengaku sangat terkejut dengan keputusan Petr Cech gantung sepatu di akhir musim ini. Namun dirinya menilai sang kiper sebetulnya masih bisa bermain beberapa tahun lagi. Keputusan untuk gantung sarung di umumkan pada Selasa kemarin.

Kiper asal Ceko tersebut menyatakan ini saat yang tepat untuk berhenti bermain bola. Sebab dia sudahmeraih segalanya. Khususnya setelah bermain di Inggris selama 15 tahun. Dengan pensiunnya Cech, maka jelas posisi dibawah mistar gawang akan menjadi jatah, Bernd Leno yang di datangkan The Gunners musim kemarin dari Bayer Leverkusen.

Berikut komentar Seaman terkait keputusan Petr Cech Gantung Sepatu

Petr-Cech-Gantung-Sepatu,-Seaman-Kaget-1

Terkejut

Keputusan Petr Ceh gantung sepatu langsung disambut oleh Seaman dengan rasa kaget. Sebab menuruttnya saat ini masih terlalu dini baginya untuk pensiun dari sepakbola. Akan tetapi, dia juga bisa memahami keputusan Cech. Pasalnya setiap individu memiliki pertimbangan sendiri-sendiri.

“Jujur, saya terkejut. Dia baru berusia 36 tahun. Saya pikir itu sedikit lebih awal. tetapi ketika anda seorang penjaga gawang. Maka anda tahu kapan waktunya untuk pensiun. Petr cech sudah mengobrol sendiri dengan orang-orang dan dia juga punya pikiran sendiri. Baginya ini adalah waktu yang tepat. Tetapi saya hanya pikir itu sedikit lebih awal.”Kata Petr Cech kepada media.

Dua Tahun

Seaman sendiri berkarir sebagai pesepakbola profesional selama 22 tahun. Mulai dari tahun 1981 hingga tahun 2004 silam. Dirinya putuskan pensiun ketika usianya mncapai 40 tahun. Dia kemudian mengatakan bahwa Petr Cech gantung sepatu mungkin saja sempat berpikir bahwa dia mungkin masih bisa main setidaknya dua tahun lagi.

“Saya siap. Saya berusia 40 dan 22 tahun menjadi pro. Dan benar-benar menikmati diri saya sendiri. Usia Petr baru 36 tahun dan saya tidak bisa tahan untuk berpikir dia ungkin merasa saya bisa bermain selam dua tahun lagi.”Kata David Seaman kepada media.

Prestasi

Petr-Cech-Gantung-Sepatu,-Seaman-Kaget-2

Selama di EPL, Cech berhasil mengoleksi 18 gelar juara. 15 diantaranya diraih bersama Chelsea dan sisanya bersaa Arsenal. Dia juga pernah menyabet penghargaan Golden Glove, sebanyak empat kali. Penghargaan ini diberikan pada kiper yang berhasil meraih clean sheet terbanyak dalam semusim. Dia juga pernah terpilih masuk ke dalam PFA team of the year. Tak cuma sekali tapi dua kali.  Demikian ulasan Petr Cech gantung sepatu.

Selebrasi Jose Mourinho Berlebihan, Fans Lawan Geram

Selebrasi Jose Mourinho

Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho Selebrasi Berlebihan lagi dan kal ini di Liga Champions. Selebrasi Jose Mourinho dilakukannya setelah Manchester United mengalahkan Juventus 2-1 pada matchday keempat grup H di Liga Champions di Allianz Stadium.

Hal itu terjadi setelah dirinya membantu United membalikan ketertinggalan  kala bertandang ke Italia dan masuk ke lapangan setelah pertandingan. Dimana dirinya menempatkan tangan di belakang telinganya. Jelas bahasa tubuh tersebut sonatk membuat para fans tuan rumah geram dengan aksinya dan ini dia empat selebrasinya yang tidak menyenangkan.

Daftar Selebrasi Jose Mourinho yang di anggap berlebihan

Berlari Di Garis Lapangan

Selebrasi Jose Mourinho

FC Porto bukanlah tim unggulan pada Liga Champions 2004 silam. Namun wakil Portugal itu menyingkirkan Manchester United di babak 16 besar. Porto meraih kemenangan di leg pertama kala bermain di kandan dan semua fans setan merah berharap aga di leg kedua kala bermain di Old Trafford meraih kemenangan.

Namun hal itu tidak terjadi lantaran di leg kedua hanya bermain imbang dan membuat klub asal Portugal itu lolos. Tidak mempercayai timnya lolos Jose Mourinho langsung ke garis pinggir lapangan untuk merayakan kemenangan itu dengan para pemainnya. Dia kala itu memandu timnya dari bintang-bintang yang tidak dikenal atas keberhasilan tersebut.

Menepuk Dada Di Anfield

Selebrasi Jose Mourinho

Pada musim 2013-14, Liverpool berada di di jalur untuk memenangkan gelar Liga Inggris pertama sejak 1990. Berada di puncak klasemen, skuad racikan Brendan Rogers harus menang melawan Chelsea di Anfield untuk lebih dekat ke gelar juara. Tapi upaya itu di gagalkan.

Dimana kala itu Mourinho bersama Chelsea menerapkan taktik bertahan sempurna untuk halau serangan Liverpool lewar Luis Suarez dan Daniel Sturridge. Kesalahan Steven Gerrard yang tergilicir di masa injury time langsung di manfaatkan Demba Ba menjebol gawang Liverpool. Dua menit berselang Willian sukses menjebol gawang The Reds skor akhir pun 2-0 untuk Chelsea.

Dirinya pun tidak bisa menahan emosinya lagi. Dimana labgsung berbalik ke arah fans Liverpool merentangakn lengannya dan kemudian menepuk lambang Chelsea di rompinya. Namun Selebrasi itu di anggap berlebihan oleh fans Si Merah.

Menunjuk Lambang MU di Old Trafford

Selebrasi Jose Mourinho

Chelsea mengalahkan Manchster United 4-0 dalam lanjutakn Liga Inggris di Stamford Brodge, Oktober 2016 lalu. Pelatih Chelsea Antonio Conte dan para fans merayakan kemenangan itu dengan mebgejek manajer MU Jose Mourinho.  Dirinya kemudian mengingatkan mereka. Dia menegaskan dirinya membantu Chelsea memenangkan tiga gelar Liga Inggris

Namun hal itu berbeda ketika United menjamu Chelsea di Old Trafford. MU membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan dua gol tanpa balas. Begitu wasit meniup peluit laga berakhir, Mou terlihat  berjalan ke lapangan dan menunjuk ke arah dada di jaketnya yang merupakan lambang MU.

Menggoyang Jari Di Camp Nou

Selebrasi Jose Mourinho

Inter Milan membuat kejutan pada tahun 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho. Waklil Italia tersebut mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions. Suad Pep Guardiola merupakan juara bertahan. Inter pun berhasil menang 3-2. Dimana di leg pertama menang 3-1 dan leg kedua kalah 1-0.

Namun usai laga, Selebrasi Jose Mourinho berlebihan pun kembali dilakukan dimana dirinya lari ke tengah lapangan sambil memggoyangkan jarinya. Kiper Barcelona kala itu Victor Valdes mencoba untuk menghentikannya. Tapi The Spesial One itu terus berlari. Bahkan Inter akhirnya merai trofi usai di final sukses menaklukan Bayern Munchen dengan skor akhir 2-0.